Sunday, 9 February 2014

Solo The Spirit Of Java Part I



Sebenernya sih gak kebayang jalan kali ini mau ke Solo karena emang rencana awalnya gak jalan ke Solo, rencana awalnya sih kita mau ke Tretes buat nyobain yang namanya rafting, ajakan kali ini benar-benar tidak bisa saya tolak walapun saya masih banyak tugas buat revisi my beloved skripsi tapi karena berkumpul bersama teman-teman yang satu ini jarang banget dan pasti seru akhirnya saya iya aja sih. Untuk kali ini personil kami lumayan banyak saya, aris, rookie, ibad, adit, ipeh, bunga dan andin bakal seru-seruan di Solo. Seperti biasanya dan gak usah di jelasin lagi saya ke Surabaya dulu buat janjian ketemu dan tentunya berangkat dari Surabaya. Karena rencananya berangkat ke solonya malam menjelang pagi biar nyampek solo subuh atau pagi jadi kita bisa ngopi2 dulu dan maen Uno.
Ngopi dan maen uno di pinggir jalan Dharmawangsa sambil liatin mbak cantik yang jualan kopi mantaps bingittsss kan. Maen Uno yaah kalo biasanya kami bawa kartu Remi sekarang saatnya ganti Uno biar lebih bervariasi. Maen Uno bukan hal yang baru buat saya sih di kampus, di tempat magang dan waktu kumpul ngopi2 sering banget maen nih kartu dan tidak usah di jelaskan lagi lanjutannya saya tidak pernah kalah sekali pun hahaha ibarat maen Counter Strike saya udah pegang Magnum Sniper sedangkan musuh2 saya paling banter pegang pistol yang tinggal 3 peluru sama belati doank tinggal bidik tembak, bidik tembak doank menang terus euuuyy hahaha.
Terminal Bungurasih, Senin 00.30 wib 27 Januari 2014
Kami bergegas memilh bis yang akan mengantarkan kami ke solo pilihannya cumak 2 kalo gak Sumber Slamet ya Mira awalnya sih ibad gak setuju kalo naik Sumber Selamet ngeri katanya, kalo saya sih yang ada paling depan dan yang berangkat duluan yaudah itu yang saya naiki, bodo amat yang penting enak dan selamet tentunya haha
Terminal Tirtonadi, Senin 05.25 wib 27 Januari 2014
Kami sampai di terminal tirtonadi dengan selamat sentausa tanpa kurang apapun, setelah turun kami segera menata rencana jalan kita, tujuan pertama sih ke keraton tapi naik apa ?? awalnya tanyak pak polisi di suruh naik angkot no 02, tapi ketika kami Tanya sama penjual soto gobyos *soto yang daging ayamnya cumak 2 suwir* kami di suruh naik angkot no 06 dan dengan tariff  Rp. 6000 lhoalah enam ribu di kali orang 8 udah 48 ribu itu pun belum pasti langsung berangkat akhirnya kita cari perbandingan harga taxi saja dan eng ing eng harganya Cuma Rp 50.000 cumak beda dua ribu rupiah jelas kami pilih taxi donk agak gaya sedikit hahaha. Taxi nya yang pakai mobil Avanza itu lho ya bukan pake sedan seperti biasanya jadi muat kami berdelapan.  Pak sopirnya juga lumayan ramah dan njelasin ini itu tentang solo.
Keraton Surakarta, 06.45 wib
Bangunan di Sekitar Keraton Surakarta


Keraton Surakarta sebagai Cagar Budaya
Suasana keraton masih begitu sepi kecuali lalu lalang kendaraan yang melewati kompleks keraton dan keratonnya sendiri juga belum buka, ya iya lah masih jam segini juga. Akhirnya kami memutuskan berjalan2 dulu kami lantas jalan kaki menikmati keindahan bangunan-bangunan tua di sekitar keraton, yang rata-rata terdapat pagar dengan tinggi antara 3 sampai 5 meter, mengikuti jalan akhirnya kita sampailah di alun-alun selatan, melihat wujud kebo bule sampai  berbagai gerbong kereta tua dan ada juga kereta jenazah zaman dulu hiiiiiii. Capek, lemah lunglai butuh kopi akhirnya kita ngopi dulu lah di alun-alun solo, kapan lagi kan ya, entah siapa yang memulai akhirnya kita pun main Uno lagi, serunya lagi kali ini yang kali harus goyang oplosan cuuyy hahaha. satu Per satu sudah menuntaskan permainan ini tinggal akhirnya saya dan andin yang memproklamirkan diri sebagai “Mrs always right” harus berduel menentukan siapa yang mendapat penghormatan njoget oplosan di alun2 selatan ini, dan bisa di tebak donk siapa yang menang ya jelass saya laahhh hahaha. Kapan lagi sih lihat Andin njoget oplosan di alun-alun solo hahaha. 

Keraton Surakarta
Pukul setengah 12 waktunya kita masuk keraton solo laahh biar gak berantakan jadwal selanjutnya, dengan tiket masuk seharga Rp 10.000 kami bergegas masuk ke keraton dengan nuansa bangunan jawa-eropa ini di arsiteki oleh pengeran mangkubumi yang masih kerabat susuhunan yang kelak memberontak dan mendirikan kesultanan Yogyakarta dengan gelar sultan Hamengkubuwono I. sebelum masuk kami sempat berfoto dengan prajurit istana dengan tariff seikhlasnya, oh iya bawa kamera di kenai tariff Rp 3000 per kamera. 
Keraton Surakarta
 
Fragmen Candi Yang tersimpan di Museum Keraton Surakarta

Foto-foto Pakubuwono

 
Museum Keraton Solo

Masuk komplek keraton harus mengenakan pakaian yang sopan dan yang pakai sandal harus di titipkan dulu, pertama-tama kita menuju halaman keraton yang di sebut dengan sasana sewaka tapi kita tidak bisa leluasa masuk sana masuk sini karena terdapat banyak batas pengunjung yang tidak boleh di langgar. Oh iya konon pasir halus yang berada di halaman komplek sasana sewaka adalah pasir dari gunung merapi dan pantai parangkusumo, makanya itu ada papan pengumuman yang melarang pengunjung untuk mengambil pasir tersebut takut habis mungkin pasirnya yah hehe. Lanjut kita menuju museum keraton Surakarta di sana kita bisa melihat papan silsilah dari kerajaan Surakarta, bagian-bagian candi yang di temukan di jawa tengah, dan banyak peralatan kesenian, senjata prajurit dan pakaian prajurit Surakarta jaman dahulu kala dan juga ada kereta kencana yang di pakai oleh raja-raja Surakarta. 
Silsilah Dinasti Mataram
Bangunan Keraton Surakarta
Keraton Solo

Kebo Bule di Alun-Alun Selatan

Warung dhe nah 
Museum Keraton Solo
Museum Keraton Solo

Kereta Kencana Raja-Raja Mataram


                                                                                      

Monday, 3 February 2014

Blog , Blogger dan Blogwalking


Kenapa saya buat tulisan ini ?? ya terserah saya donk blog-blog saya sendiri ini haha, apa kaitannya antara blogspot,blogger dan blogwalking ?? blog adalah singkatan dari web log yaitu aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum (Wikipeda.org), dan blogger.com adalah media blog pertama yang dimiliki oleh Pyra labs sebelum di akuisisi oleh Google. Ya gampangnya sih blog adalah media untuk kita menuangkan pemikiran kita kedalam sebuah tulisan dan selanjutnya kita tampilkan dalam sebuah media internet. Media ini di gunakan untuk orang-orang yang gemar menulis, catet yang benar-benar gemar menulis, yang  ingin menuangkan pikiran-pikirannya, ide-idenya dan gagasannya ke dalam sebuah kertas digital dan di share ke dunia luas melalui internet.
Kenapa harus menulis ?? ya karena menulis adalah salah satu cara kita untuk mengikat ilmu, dan untuk yang satu ini saya teringat kata-kata bijak dari Maestro sastra Indonesia yaitu Bapak Pramoedya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama dia tidak menulis, dia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Lihat betapa dahsyatnya kesaktian dari menulis. Orang pintarnya setinggi langit saja akan hilang dari peradaban dunia ketika dia tidak menuliskan apa yang dia ketahui naahh apalagi saya vrooh, pemuda biasa yang gak pintar setinggi langit, betapa mudahnya saya dilupakan kalo tidak menulis haha. Nah saya menulis aja belum tentu banyak orang yang ingat saya.
Tidak perlu jadi sastrawan dulu untuk bisa menulis, hanya butuh keberanian buat menulis, kalau keberanian buat menulis saja tidak ada buat apa kita hidup …jiaahh puitis banget kan saya haha. Ya kadang kita terlalu malas untuk menulis, atau bahkan takut kalau tulisan kita jelek dan di caci orang, kalau jelek anggap saja itu sebuah proses sebelum tulisan kita menjadi baik, toh ini juga blog-blog kita sendiri kalo ada yang baca ya syukur kalo gak ada ya derita lohh haha. Tuangkan passion kalian dalam sebuah tulisan, berpetualang, hobi memasak dan lain-lain terserah elu dah mau tulis apa apa juga asal jangan nulis yang di larang hukum aja sih ya #Edisi Bijaksana haha.
Terus apa hubungannya sama Blogwalking ?? saya juga bingung apaan sih ya hubungannya ?? kan saya buat judul itu buat bagus-bagusan aja tadi hahah. Ya ada hubungannya sih pasti lah, blogwalking setau saya sih lihat-lihat, baca-baca, ngintip-ngntip blog orang lan yang mempunya latar belakang hobi, passion yang sama, contohnya kalo orang suka masak ya lihatnya blog tentang memasak, kalo orang suka travellingya ngintipnya blog tentang travelling juga kalo suka keduanya ya ngintip dua-duanya juga. Nah kebiasaan blogwalking ini yang suka bikin adrenalin sampek ke ubun-ubun, lho kok bisa ?? iya lah kalo kita nemu tulisan atau blog yang lagi cerita tentang seru nya jalan ke suatu tempat yang menarik dan menantang sedangkan kita sendiri belum pernah kesana pasti rasanya langsung pengen terbang kesana gak pake nunggu lama lagi. Blogwalking juga bisa nambah temen blogger nambah pengetahuan kita tentang suatu daerah atau tempat wista, nambah pacar #eehhh gak masuk itu yah haha ya siapa tahu kan jodoh kita berawal dari blogwalking ke blog si dia akhirnya kenalan saling ketemuan, cinta-cintaan dan berakhir indah di pelaminan #tsaaaaahhh hahah.
Intinya sih setelah kita blogwalking nemu tempat-tempat seru yang gak pernah kita bayangin sebelumnya akhirnya kita jadi pengen jalan kesana, terus cari teman buat jalan ke tempat tersebut, setelah pulang dari jalan kita nulis semua pengalaman, tips and everything about your trip posting di blog, terus ada blogger lain yang ngintip blog kita, terinspirasi dengan tulisan kita dia jalan ke tempat tersebut, nulis juga dan ada yang lihat juga seterusnya begitu dan kita telah menjadi bagian positif untuk mempromosikan tempat tersebut dan intinya dari inti tersebut adalah kita bisa merubah sesuatu dengan tulisan, bisa mengajak dan menginspirasi seseorang dari tulisan.
Menulis bisa di mana saja, bisa terinspirasi oleh apa dan siapa saja. Bahkan asal anda tahu karya Presiden Soekarno yang berjudul “INDONESIA MENGGUGAT” yang di takuti Belanda tersebut di tulis di balik jeruji besi alias waktu di penjara jadi Keep Posting aja deh ya :D




Monday, 20 January 2014

Skrpshit Vs Skripsweet (Cerita di balik karya ilmiah)


Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/Fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku (Wikipedia bahasa indonesia). Naahh udah gitu aja,, eehh belum ding hehe… Akhir-akhir ini saya emang sibuk ngerjain skripsi maklum udah semester 8 Vroohh tinggal skripsi ini aja yang belum saya tempuh.  iseng-iseng setelah pusing dalam revisi skirpsi saya pengen aja nge blog dan entah kenapa nulis bog lebih lancar daripada nulis skripsi,, ya iya lah secara gak ada yang bakal nyalahin dan nyuruh revisi cuy lha wong ini blog-blog gueehh haha.
Skripshit Vs Skripsweet
Skripsi secara umum merupakan hal yang menakutkan bagi mahasiswa di Indonesia, menurut saya sih wajar aja kayak gitu secara itu merupakan syarat mutlak bagi kelulusan mahasiswa tersebut. Bagian lain yang lebih wajar sih karena mahasiswa kita belum atau tidak terbiasa nulis karya tulis ilmiah atau karya tulis yang berbasis penelitian. Kalaupun ada palng-paling jumlahnya sedikit di bandingkan dengan kaum yang gak biasa atau bahkan tidak ngerti tata cara pengerjaan karya tulis ilmah.
Skripshit Vs Skripsweet

Dari fenomena itu banyak mahasiswa yang bahkan secara tega mengganti skripsi dengan skrpshit beneran ini lho bahkan folder di laptop mereka di namai dengan skripshit parah kan ?? ya terserah yang punya laptop jug sih hahah. Mungkin udah jengkel dia nya yah dengan penelitian ilmiah yang satu ini. Tapi juga ada juga lho yang sangking cinta atau entah untuk motif yang lain menamainya dengan skripsweet ooohhh meennn bukannya itu so sweet banget kan, naahh tipe-tipe mahasiswa gini ini biasanya tipe yang cinta banget dengan skripsi. Mungkin, ini mungki juga lho yaahhh dia waktu ngerjain skripsi dan untuk pengambilan data primer mengharuskan dia untuk magang di perusahaan X dan di perusahaan X itu dia bertemu dengan cewek/cowok yang charming gitu awalnya sihh mereka bertengakar atau musuhan tapi seiring waktu mereka jatuh cinta satu sama lain jediiiaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr korban Ftv banget sih hahahaha.
Skripshit Vs Skripsweet

Kalo saya yang mana ?? saya manusia biasa kok, mahasiswa yang ingin lulus dengan waktu normal yatu 4 tahun gak berambisi untuk premature lulus 3,5 tahun apalagi lulus lebih dari 4 tahun idiiihhh amit-amittt. Tetep menamai folder dilaptop dengan folder skripsi kok. Takut skripsi ?? ya lumayan sih harap-harap cemas semoga kelak dapat dosen penguji yang baik hati dan tidak sombong sukur-sukur ngujinya friendly dan nilai keluar-keluar dapat A dan tiba-tiba memberikan informasi tentang pekerjaan di salah satu perusahaan bonafit di kota tetangga aminn hahaha. Jadi jemput kebahagiaan mu dengan menyelesaikan skripsimu, cari dan habisilah jurnal dan skripsi mu sebelum dia mencari dan menghancurkan masa muda mu, menhancurkan waktu hiking mu, menghancurkan waktu berpetualang mu Keep Calm and skripsi done 

Sudah dulu deh yan tulisan agak gak jelas kali ini
Salam super hahaha



Sunday, 12 January 2014

Puncak B29 (Cerita dari 0 Mdpl Hingga 2900 Mdpl) Part II


Jember 1 Januari 2014

Pagi itu setelah sarapan kami bergegas pamit pulang, ya mumpung hujannya belum menggila seperti kemarin. Belum jauh kami pergi, tiba-tiba ada panggilan dari mbak Linda bahwa mas Jadid *Yang notabene adalah senior  teman saya di IPDN ini* sudah datang di rumah sebenarnya sih gak ada paksaan buat balik, terserah saya saja mau langsung atau balik lagi itu benar-benar hak prerogratif saya untuk menentukan balik atau terustapi karena saya orangnya baik hati akhirnya saya memilih untuk kembali walaupun ada raut ketidakikhlasan di mata si Teguh dan Dimas hahaha *Sumpah ekspresimu lucu banget kawan hahah*
Dipikir sambil manak Bakso 
Lanjut jalan ke Puncak B29, apa itu B29 ??  B29 Adalah puncak …. searching sendiri aja di Guugel yah hahah. Singkatnya sih  B-29 adalah kawasan tertnggi di daerah kaldera Bromo dengan ketinggian 2900 Mdpl makannya namanya B29 Bayangin yah padahal ranukumbolo aja tingginya 2400 Mdpl berarti perkampungan ini lebih tinggi dari ranukumbolo keren kan. Dari jember kami langsung tancap gas menuju senduro, cuaca agak gak bersahabat siihh sempet di kasih tahu oleh seseorang kalo di atas *daerah di atas senduro maksudnya* ujan deres, terusss ?? masak ya mau balik ?? sorry vroohhh kita pantang menyerah lanjut tancap gasss sempat bingung jalannya yang mana ?? sama-sama nanjak sama-sama jelek dan gak ada orang buat di Tanya?? Yaudah pake insting aja
Three Musketeer
Puncak B29

Belum jauh dari senduro hujan udah turun deres lagi aduuuhh akhirnya ada orang yang bisa di tanyai dan menjelaskan bahwa puncak B-29 udah deket kok sekitar 30 menit,an karena katanya udah deket akhirnya kami nekat aja. Ngegas sepeda motor udah lebih 30 menit masih belum ada tanda-tanda puncak B29 hahaha poin pentingnya di sini cuy jangan pernah percaya kalo ada penduduk local yang bilang kalo tempat ini udah deket kurang 30 menit lagi, missal nih ya saya lagi di tempat X lagi cari tempat wisata ini sambil jalan tiba-tiba ketemu penduduk local dan si penduduk bilang “deket kok mas kurang 10 menit lagi” jangan seratus persen percaya beroohh, nafas kita sama nafas orang sono beda kalo dia kuat jalan terus selama 10 menit kita mungkin bisa sampek dalam waktu 30 menit atau lebih haha.
Puncak B29

Semakin lama jalan semakin nanjak, semakin rusak juga hujan, becek gak ada ojek haha. Berkali-kali kami turun untuk menuntun sepeda yang udah mulai capek rupanya, bahkan sepeda matic yang di bawa dimas udah mulai keluar asap cuy oke satu pelajaran berharga lagi kalo kesini jangan pake motor matic gak bakalan kuat mending pake sepeda biasa aja. Dan entah kenapa setiap terkena air hujan tangan, kaki dan wajah saya menjadi alergi dan sakit banget saal banget.
Puncak B29
Atas petunjuk bapak-bapak penjual bakso di warung tadi kami akhirnya kami menitipkan sepeda motor kami di salah satu rumah penduduk dan lanjut jalan kaki. kabut tebal, rintik gerimis suasana seperti ini seperti romantis iya romantis kalo di dalam novel dan sama cewek atau pasangan kalian cuy kalo dalam kehidupan nyata seperti ini percayalah lama-lama anda juga akan jengkel setidaknya itulah yang saya rasakan haha. Sempet ketemu bapak-bapak penduduk sekitar dan dengan keramahannya beliau menyapa kami dan menebak kalo kami mau ke puncak dan dengan sopan kami pun mengiyakan pertanyaan bapak tadi, tapi apa balasannya dengan wajah tanpa dosa dia menjawab udah kembali aja le cuacanya jelek whaaattt setelah perjuangan kami mencapai sini dan puncaknya udah di depan mata kami di suruh kembali iya situ enak rumahnya sini mau balik kapan aja ke puncak B29 bisa lha kita
Puncak B29
Jalan terus tanpa tahu tujuan, iya gak tau tujuannya kayaknya di sini ada banyak bukit dan kami tidak tahu yang mana yang puncak, di salah satu titik bukit akhirnya kami memutuskan ini lah puncak B-29 haha kali ini saya harus mengakui puncak dengan ketinggian 2900 Mdpl belum mampu kami sambangi yak karena di paksakan pun hujan mulai deras, kabut sangat tebal jarak pandang gak bagus banget dan walaupun kami terus kesana gak bakalan dapat pemandangan yang bagus, tapi setidaknya saya sudah tahu jalan menuju salah satu titik terindah di Kabupaten Lumajang ini next time we will met again vrooh ^_^
Puncak B29
Jalan pulang menyuguhkan tantangan tersendiri, kanan kiri jurang atau lading warga dengan jalan yang rusak parah, hujan turun mengakibatkan jalan yang sangat licin dan sangat curam haha butuh keahlian khusus untuk mengemudikan motor kesayangan ane di sana dan saya percaya penuh kepada sodara Teguh. Di tengah kehati-hatian kami masih banyak saja warga sekitar yang ngebut-ngebutan dengan mesin motor mereka ngeri banget deh ngelihatnya gmana kalo jatuh itu apa gak jadi perkedel yah.

Sempat mampir di pura mandara giri semeru agung dan di rumah mbahnya si Teguh dan akhirnya kita harus mengakhiri perjalanan kita kali ini, masih banyak tempat yang harus kita sambangi kawan dan meminjam dan memodifikasi  kata-kata si Teguh So, in the end 31th  2013 we are in to the beautiful sea on elevated placed about 0 Mdpl and On 1 th January 2014 we are over the cloud on elevated place about 2900 Mdpl. ciaauuuuu  sampai jumpa lagi ^_^ 
Pura Mandara Giri Semeru Agung

Friday, 10 January 2014

Pantai Papuma - Puncak B29 (Cerita dari 0 Mdpl Hingga 2900 Mdpl) Part I


Pagi itu saya bergegas ke rumah Gombes Aka Dimas Ragil Mumpuni, Mantan Mahasiswa Universitas Negeri Jember yang telah di Drop Out dan kini mengadu nasibnya sebagai salah satu mahasiswa semester lima Universitas Gajah Mada jurusan Manajemen *sampek saat ini saya masih curiga dia memilih jurusan manajemen karena terinspirasi oleh saya secara dia kan dulu SMA ngambil jurusan IPA dan bukan bidangnya ilmu sosial #KipasGanteng*, kenapa saya bergegas karena di rumah sepi euy penghuninya pada keluar rumah semua. Sesampainya di rumah Gombes ehh ternyata dia mau keluar nganterin ayahnya ke Veteran. Daripada nganggur gak jelas akhirnya saya lebih memilih untuk ikut aja deh.

Sekembalinya dari veteran ternyata sudah ada teman yang sudah lama tak jumpa, siapa dia ?? Ryan Giggs, Michael Carrick atau Paul Scholes ?? bukaaaann ?? Hmm atau Rookie, Ariss, Bashor, Giman Bukan laah itu semua memang penggemar saya tapi bukan mereka hahaha. Eng Ing Eng dia adalah Teguh, Iya Teguh Adma Pambudi  *atau Atma Teguh Pambudi sih lupa saya haha* teman masa SMA yang sekarang merantau entah dimana haaha Canda broo Teman yang sekarang menimba ilmu di IPDN ?? apa itu IPDN ?? Searching aja di Guugel bro yang saya tau itu Perguruan tinggi milik Negara, kementrian dalam negeri kalo gak salah dan Ikatan dinas artinya sesudah lulus pasti jadi pegawai negeri *Koreksi kalo salah* enak kan yaudah besok kalo mau kuliah kesana aja deh ya jangan di UM *Plaaaakkk di tampar sama Pak Soeparno Rektornya UM* Ampuuunn  pak saya minta maaf nyembah-nyembah.
Papuma
Pagi ini memang rencana pergi ke Tanjung Papuma (Pantai Putih Malikan), rencananya sih kami (saya dan teguh aja) mau pergi ke Papuma berdua aja karena si gombes tadi malam alasannya mata nya sakit jadi gak mau ikut *gak asik banget kan tuh anak* berdua doank mana asiikk cuuyy. Tapi sesampainya di rumah gombes ternyata dia mau ikut aaaarrggghhh karena ke plin-plan an gombes akhirnya kami agak bingung kenapa bingung?? Karena tadi rencananya gombes tidak ikut teguh tidak bawa sepeda sendiri, sedangkan kalau naik sepeda si Gombes takut di tengah-tengah perjalanan takut si sepeda mreteli cuy haha.
3 Sekawan
Akhirnya setelah berdiskusi akhirnya Teguh menghubungi temannya sesama anak IPDN yang asal Kalimantan tapi sekarang berada di rumah kakeknya di tanggul dan dia sepakat untuk menanti kita di Jatiroto. Masalah selesai ?? Beluum kita ke Jatiroto naik apa cuy ?? Kalo saya sih yang bawa sepeda ya pasti naek motor sendiri lah nahh dua bocah ini?? Diskusi lagi dan akhirnya mereka memaksa buat gonceng 3 sampek Gombes dapat bis. Alamak macam anak SMA saja kami ini hahaha gak pada ingat kalo kita udah semester akhir semua sih.
Entahlah 
Singkat cerita akhirnya kami bertemu lagi di IndoApril Jatirroto dan teman si Teguh yang ternyata bernama Dimas juga pun juga udah siap ada dua Dimas sekarang. Tarik gas terus sampai kami berada di persimpangan lewat kencong atau lewat tanggul, setalah tanya2 akhirnya kami lewat tanggul saja lebih cepet begtu sih kata yang ngasih tahu. Perjalanan menuju Papuma kurang lebh 2 jam dari jatiroto, sepanjang perjalanan saya yang berboncengan dengan Gombes lebih banyak bernostalgia dan bercerita tentang pengalaman 4 tahun lalu ketika kami pertama kali datang ke sini bersama teman-teman dari PA-13.
2 Orang Dimas Berkolaborasi 
Sesampainya di loket antrian udah panjang cuy, maklum lah hari libur tahun baru, setelah bayar 15 ribu per orang padahal dulu cumak 5 ribu tapi di situ ada pengumumannya juga sih kalo khusus tahun baru harga juga baru waaahh semoga uangnya masuk kas daerah deh ya aminn. Setelah parkir kami sholat terlebih dulu sebelum gila-gilaan di pantai. Selesai sholat kami langsung mencari tempat yang pas buat gila-gilaan cuy tapi karena tempat yang biasa udah penuh pengunjung akhirnya kami naik ke atas tebing dulu. Dan ternyata pantai di sebelah belum terlalu banyak pengunjungnya euuyy oke lets go kesana.  
Papuma
Setelah minta ijin sama penjaga pantai *Bukan nyi roro kidul lho yah* haha, itu lho penjaga pantai ,, orang yang dari tadi nyemprit2 peluit mengingatkan pengunjung agar tidak maen terlalu jauh di pantai yang berbahaya karena ombaknya yang besar, Teguh yang dari tadi minta d kubur dengan pasir akhirnya benar-benar melaksanakan niatnya di sini oke sebagai teman yang baik saya, dimas 1 (Gombes) dan Dimas 2 dengan senang hati membantu gak bener2 mbantu sih sebenernya lebih tepatnya menyiksa haha.
Papuma
Setelah selesai dan niat pulang kami bergegas menuju parkiran sepeda motor tapi lihat pantai yang penuh orang berenang Teguh  dan si Dimas 2 pengen ikutan renang lagi buseett daahh duua orang ini gak pernah lihat pantai apa sih ya hahah gak capek apa akhirnya saya dan gombes nunggu di pinggir pantai saja takut tenggelem sih. Pukul setengah 4 kami benar-benar pulang.karena hari hampir gelap dan hujan sudah mulai turun akhirnya kami mampir di rumah bulek saya dulu deh di jambearum sekalian minta makan hahaha.  Oh iya saya kalo lihat anak-anak ini dari IPDN saya jadi inget mas jaded kan juga lulusan dari sana sih ya oke saya akan biarkan mereka bernostalgila antar alumnus IPDN, tapi karena satu dan lain hal mas nya gak ada dan sedang di rumah muktisari,, okee deehh kalian lagi beruntung aja guys haha.
Pesan  Cinta Untuk Seseorang haha 

Rencananya sih abis maghrib dan abis ujannya reda kami langsung capcus ke Lumajang atau bakar-bakar di senduro biar kayak tahun baruan gitu. Tapi apa daya hujan terus menyerang dan Negara api tidak bisa menahannya *Lho kok malah jadi avatar*. Sekitar jam setengah 12 Teguh membangunkan saya setengah sadar saya lihat jam dan tau pukul jam setengah duabelas bodo amaat siapa yang mau berangkat malem2 gini ke senduro mending tidur euuy haha. Akhirnya akhir tahun 2013 kami resmi tutup dengan menikmati indahnya 0 Mdpl (Meter diatas permukaan laut) dan berselimut ria di rumah orang haha.
Oke saatnya istirahat dan besok memulai petualangan baru lagi :D
Papuma


Monday, 6 January 2014

Surga di Puncak Gunung Lamongan Part III

Kolam Kecil di Sekita Lemongan
Sebelumnya :  Gunung Lamongan Part I 


                       Gunung Lamongan Part II
Pukul 3 dinihari akhirnya saya bangun, lebih tepatnya sih kebangun gak bisa tidur gara-gara kedinginan. Tengok kanan, kiri anak-anak kok masih pada tidur, orang yang saya bangunin pertama kali adalah Rookie yak karena dia tidur di samping saya, sebenarnya sih saya udah tau jawaban si Rookie *pasti jawabannya Aris sama anak-anak lainnya udah siap-siap apa belum?? Bangunin si Aris dulu gih* dan jawabannya gak salah satu pun. Oke karena saya udah tersiksa dengan kedinginan ini akhirnya saya pergi ke tenda buat bangunin si Aris dan jawabannya sih sama seperti jawaban si Rookie. Entah kenapa saya sudah hafal luar kepala jawaban mereka, bahkan saya udah hafal ritme jelajah mereka, isi-isi Carrier mereka, saya bawa alat-alat masak Rookie atau Aris bawa tenda. Entah kenapa itu menjadi sebuah peraturan tak tertulis diantara kami.
Istirahat Sejenak 
Indahnya
Oke guys wake up wake up, lets begin our Journey, Gunung Lamongan udah tampak megah berdiri kokoh dihadapan kami. Gunung Lemongan atau lebih di kenal dengan gunung Lamongan merupakan gunung vulkanik aktif (kayaknya sih gitu). Kata lamongan sebenarnya berasal dari kata klemongan atau lemongan (Sebenernya sih nama aslinya gunung lemongan entah kenapa orang-orang nyebutnya lebih ke lamongannya). Klemongan atau lemongan berasal dari suku Pendulangan yang katanya percampuran antara suku Madura dan jawa yang berarti membingungkan entah kenapa di namakan seperti ini hanya mereka dan tuhan yang tahu.
Pos Guci, Gunung Lamongan
Carrier dan peralatan yang tidak diperlukan kami tinggal di tenda sebenernya sih agak khawatir juga kalo disini. Balik turun lagi tiba-tiba semuanya ilang gak lucu kan. Headlamp udah siap menyala dengan hati-hati kami perlahan tapi pasti mulai naik. Jangan berharap ada “Bonusan” atau jalan datar di rute gunung yang satu ini karena kalian pasti akan benar-benar kecewa kalo sampek berharap begitu. Ini merupakan pendakian ke tiga kalinya saya ke gunung ini, pendakian pertama dulu ketika ngambil scraft Palaga hampir nangis pingsan dan berkata gak bakalan naik gunung lagi capek sumpah tapi kenyataanya sih balik lagi balik lagi dan balik lagi haha.
Lihat Semeru
Istirahat dulu
Jalan terus, jalan terus dan jalan terus capek siihh tapi gimana lagi yang di depan jalan terus euuyy harus di kudeta nihh apalagi kalo yang di depan abang Kipli waduuuhhh nafasnya kuat banget cuy yang di belakang udah ngos-ngosan. Belum separuh perjalanan aris udah teriak-teriak bingung sendiri sepatu Hitech kebangaannya yang sudah melanglang buanan menyusuri hutan-hutan dan gunung-gunung harus jebooll Makanya pake sandal gunung Eiger hahah. Akhirnya kami bingung cari tali raffia buat nail tuh sepatu sambil istirahat juga dalam hati sih ngarep kalo benerin tuh sepatu lamaan dikit juga gak papa istirahatnya biar bisa agak lamaan dikit hahaha.
Wooy itu Sepatu Gunung apa Sapi Kok di Kasih Tali haha
Istirahat pun gak bisa nyaman di sini, ya itu karena treknya nanjak terus sampek rata-rata mbentuk sudut 45 derajat terus sepanjang perjalanan serius ini bukan fiksi atau rekayasa. Satu yang bisa di petik pelajaran dari gunung lamongan ini jangan pernah menilai value sebuah gunung dari ketinggiannya saja tapi nilai sebuah gunung ditentukan dari tingkat kesulitannya walaupun tingginya Cuma 1671 Mdpl (kurang separuh dari gunung semeru) tapi killing pointnya gede banget, daya hancurnya itu aaahhhh mental serasa di banting-banting disini dehh.
Indonesia dan Palaga
Praktis selama perjalanan dari watu gede sampek puncak cumak ada 2 tempat datar yaitu di pos dua dan di pos guci. Di pos guci kami sempet ngisi air, dinamakan pos guci karena disana terdapat sebuah guci yang di letakkan di rembesan air yang menetes dari pohon dan tetesan itu di tampung disebuah guci yang sekarang sudah di semen agar tidak dipindah-pindah lagi. Entah dulu siapa yang membawa guci itu tapi siapapun yang bawa tuh guci pasti orang baik gan, udah mau repot-repot bawa guci segede gitu buat nyediain air buat para pendaki yang kehabisan air semoga amal ibadah mu di terima di sisinya gan alfatihah *lhoo*. Yang jelas sejak pertama kali saya naik gunung lemongan tuh guci udah ada dan masih bertahan sampek sekarang.
Peralatan Wajib Mendaki, Rokoknya kagak nahan 
Indonesia <3
Setelah berjalan terus kurang lebih 4 jam akhirnya saya meliha batu dengan ukuran yang sangat besar dan saya tahu bahwa itu adalah tanda bahwa puncak sudah dekaatt. Benar saja Aris dan Yogi yang duluan sampek udah teriak-teriak puncak, langsung larii kecepatan penuhhh cuuyy, tapi tunggu dulu pemandangannya bagus di sini haha akhirnya sih malah foto-fotoan dulu sama Rookie, Kipli dan Bagus. Sesi pemotretan pun gak nyaman karena Ariss udah teriak2 buat segera ke puncak maklum saya yang bawa tas berisi perbekalan dan emang perut udah keroncongan. Akhirnya saya segera naik ke puncak dan setelah bongkar-bongkar ternyata ada  yang lupa, mie ada, kompor ada, air banyak, teh, kopi dan gula sangat banyak tapi gas nya mana ?? siapa yang bawa gas wooyyy ?? semua saling berpandangan, Aris, Yogi, Kipli dan Bagus menagis cumak Giman dan Rookie yang goyang itik wahahhaha siaall bawa peralatan dan bekal jauh2 dari watu gede sampek puncak niatnya buat masak di sini apa daya ternyata gas nya lupa gak dibawa setelah misuh-misuh jancoookk berjamaah akhirnya kami mengikhlaskan semuanya, gak mungkin banget kan balik ke watu gede cumak buat ngambil gas doank.
Puncaaaakkkk Lamongan 
Kawah Gunung Lamongan 
Terus udah nyampek puncak mau ngapain ?? ya mau apa lagi kalo gak foto-foto cuy haha tapi foto paling narsis dan tetep eksis tetep milik Giman dehh kamu juaranya papa bangga sama kamu *sambil ngeplaki kepalanya Giman* hahah. Foto udah, istirahat udah saatnya turun eittsss jangan kira turunnya lebih mudah daripada naiknya. Jalannya gak mendukung sama sekali buat langsung meluncur cuy. Belum lama kita turun tiba-tiba hujan kembali menyapa kami deres pula aaahhhhh. Lewat laharan dengan batu-batu runcing yang siap menghantam anda saran saya ambil jarak antar pendaki atau kalo gak anda mending berada paling belakang aja kenapa gitu ?? kalo yang di depan siap-siap terkena gelindingan batu yang siap menhantam dan meninggalkan luka di tubuh anda kalo yang di belakang kalian bisa melihat teman anda kejatuhan batu sambil cengar cengir dan berpura-pura menyesal dan siap-siap di pisuhii di maki atau apalah namanya haha.
Entahlah 
So Beautiful
Sampai di watu gede kami tidak lama-lama segera bergegas dan packing dan entah kenapa tangan dan kaki saya tiba-tiba merah-merah dan sakit minta ampun alergi air hujan mungkin yaahh. Packing sudah langsung turun euuyy sambil jalan sambil berdoa semoga ada pick up atau truk dengan sopir yang baik hati untuk kami mintai tumpangan. Di sekitar mbah citro kaki saya tenggelam dalam lumpur dan ketika saya Tarik ceprooottt siaaaallll sandal gueeehhhhhh jeboooll lagiii hampir tak percaya mau gulung-gulung nangis tapi sudahlah *masih tidak ikhlas*. Sesampainya keluar dari jalanan jahiliyah berdoa semakin kenceng dan tidak lama kami jalan ada pick up euuyyy saya seperti melihat sebuah kereta kencana dengan bidadari aaahhhh bahagiaa hahahah *Lebayy cok lebay Rookie menyela hahah* gak tanggung-tanggung gan pick up itu ternyata mengantar kami sampai plawangan jadi kami tinggal nyegat angkot doank terima kasih bapak muaah muaahhh.
Kawah
Setelah Lihat Foto Ini saya jadi tahu siapa Target no satu Rookie hahaha
Sesampainya di depan rumah ternyata emak saya udah menunggu aaahhh anakmu sudah pulang mama *Plaaakkk Rookie menyela lagi baisane nyeluk Ibuk ae cokk* haha maklum hape saya udah tepar gak bisa di telfon jadi pasti beliau khawatir maklum anak kesayangan. Selanjutnya rumah saya jadi sasaran invasi orang-orang ini dan akhirnya masih banyak hal yang tidak bisa saya ungkapkan di sini haha.
Kamu target no 1 saya rok

 
Itu Elang lagi cari mangsa sepertinya
The End ^_^

DILEMA QUARTER LIFE CRISIS

di usia mu yang menginjak dua puluh tahunan apalagi yang sudah dua puluh lima tahun  kamu pasti merasakan hal-hal yang serba dilematis, d...