Skip to main content

Ranukumbolo Danau Eksotik di Kaki Gunung Tertinggi di Pulau Jawa

Ranu kumbolo yang terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah ranu yang terbentuk dari massive kawah gunung jambangan yang telah memadat. Ranukumbolo atau dalam bahasa Indonesia berarti danau memiliki luas sekitar 14 ha. Berada di ketinggian sekitar 2400 mdpl biasanya di pakai sebagai camping ground sebelum mendaki gunung semeru (3676mdpl). Ditepian Ranukumbolo terdapat prasasti yang di duga  peninggalan kerajaan Majapahit. Danau ini sendiri merupakan satu dari 4 danau yang ada di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. 3 danau yang lain antara lain Ranupane, Ranuregulo, dan Ranu Darungan. 
Foto gerbang masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru




Prasasti yang di duga peninggalan kerajaan Majapahit
Akhir liburan semester  sekitar tanggal 26 Juli 2011 saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat terindah di kabupaten Lumajang tersebut. Bersama empat orang teman saya yang lain. Dengan membawa logistik yang bisa di katakan sangat “cukupan” kami menyusuri jalan setapak dengan penuh semangat. Pemandangan yang indah khas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi penyemangat dan penambah tenaga. Medan yang jauh dan barang bawaan yang berat sangat menguras tenaga. Tapi percakapan antara anggota tim dan lagu-lagu yang kami nyanyikan membuat semuanya terasa ringan. Kami sempat berhenti dan bertemu dengan pendaki yang lain. Bahkan di pos 3 kami sempat melihat ayam hutan merah yang sedang mencari makan di sekitar pos 3. Belum sempat kami mengambil potretnya ayam langka tersebut sudah terbang lahi.
Rute setelah pos 3 terus menanjak melewati tanjakan setan. Rute yang berhasil membuat nafas kami tersengal-sengal. Berjalan lima langkah kedepan dan beristirahat cukup lama. Tapi pemandangan dari sana sangat indah pohon-pohon yang menghijaukan taman nasional dan kabut tipis yang menghiasi membuat rasa penat oleh rutinitas dan kebisingan kota hilang. Perjalanan yang menanjak tidak membuat semangat kami runtuh. Perjalanan yang semakin dekat memberi suntikan semangat bagi kami.
Sekitar empat jam setengah kami berjalan pukul 16.00 wib kami sampai di ranukumbolo. Pemandangan yang luar biasa langsung menyambut kedatangan kami. Rumput dan pohon-pohon hijau yang berada di tepian kumbolo menambah indah pemandangan indah tersebut. Kami bergegas membuat tenda karena hari mulai gelap. Satu hal yang tidak bisa saya lupa dari perjalanan ini adalah karena kami tidak membawa kompor dan gas. Kami hanya mengandalkan parafin dan spirtus yang jumlahnya tidak banyak. Jadilah perjalanan ini mempunyai banyak cerita. Mulai memasak makanan andalan yaitu mie instant yang sangat lama dan percobaan membuat cilok yang gagal karena bau bensin. Semua menjadikan pengalaman ini menjadi penuh warna.
Suhu di Ranukumbolo saat itu sangat dingin untuk rata-rata orang Indonesia saya pun merasakan hal itu. Alat pengukur suhu menunjukkan angka 3 drajat celsius. Celakanya lagi dari 5 orang anggota tim hanya 3 orang yang membawa sleeping bag. Konsekuensi  logisnya tentu kami harus rela berbagi. Malam yang sepi dan indah di kagetkan oleh suara kembang api yang dinyalakan oleh beberapa orang pendaki dari kota Malang. Hiburan gratis untuk mengobati hawa dingin yang kian menusuk  tapi mungkin bagi hewan-hewan penghuni Taman Nasional Bromo Tengger Semeru hal itu membuat mereka takut.
Sunrise di Ranukumbolo
                                        

Pagi hari di lewati dengan  menikmati sunrise yang muncul dari balik bukit. Salah satu moment yang paling di tunggu saat berada di Ranukumbolo. Kabut yang menutupi sinar matahari perlahan-lahan mulai hilang. Udara dingin menyapa lewat hembusan angin. Beberapa teman mulai mempersiapkan memasak . Membuat api bukan hal yang mudah saat itu karena kami hanya mengandalkan korek dan sisa-sisa parafin dan spirtus yang tinggal sedikit. Walaupun dengan perjuangan yang keras segelas kopi susu dan sepiring mie instant yang kurang matang menjadi menu istimewa kami di tepian Ranukumbolo pagi itu.
Masak bareng di Ranukumbolo
Tidak mau melaewatkan pemandangan yang indah saya mengajak teman-teman menikmati pemandagan indah dengan berkeliling dan naik ke punggung bukit yang oleh kebanyakan orang sebagai ” bukit cinta” . Dari atas bukit  cinta terlihat jelas pemandangan indah Ranukumbolo sungguh ciptaan Allah SWT tidak ada tandingannya. Setelah itu kami sempat berjalan melihat oro-oro ombo dan gunung semeru yang berdiri tegak di depan kami. Tiba-tiba kami mendapat bonus istimewa melihat kawah Jonggring Saloko mengeluarkan material  vulkaniknya.
Setelah puas melihat pemandangan yang serba indah akhirnya sekitar pukul 11.00 berkemas dan pulang. Pengalaman pertama ke Ranukumbolo yang tidak dapat saya lupakan 
Oro-oro Ombo dan Gunung Semeru
                                         

Pemandangan dari bukit cinta
                                          

Berpose di tepian Kumbolo
Ranukumbolo

Comments

Popular posts from this blog

Malang – Blitar- Kediri Part I

Saya  bingung harus memberi judul apa untuk perjalanan saya kali ini. Tetapi  yang jelas seperti perjalanan-perjalanan saya yang lain tetap menarik dan berkesan. Akhir pekan ini (tanggal 17 Maret 2012) saya sengaja untuk tidak pulang kampung ke Lumajang seperti  rutinitas saya setiap minggu. Hal itu disebabkan karena saya punya rencana untuk berkeliling di Blitar dan di Kediri. Kebetulan di kedua kota tersebut saya punya teman yang cukup  akrab sehingga saya tidak bingung mencari tempat menginap dan mendapat makanan gratis heheh (kan ceritanya backpackeran).
Memulai perjalanan dari malang pukul 10.24 Wib saya berangkat naik sepeda motor bersama Evan Haris teman saya mulai di kosan lama dulu. Perjalanan Malang – Blitar tidak membutuhkan waktu yang sangat lama kira-kira hanya 2 jam lebih sedikit itu pun dengan perjalanan yang tidak ngebut  (karena kami memang menikmati perjalanan selain itu karena memang rem depan motor Evan tidak berfungsi alias blong hehe).
 Memasuki kota Blitar saya…

B29 Pesona Negeri di Atas Awan

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan salah satu taman nasional yang berada di daerah JawaTimur dengan luas wilayah sekitar 50.276,3 ha taman nasional ini berada di wilayah administrative kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan. Wisatawan bisa melihat keindahan gunung bromo dan menapakkan kakinya di gunung tertinggi di pulau jawa yaitu semeru selain itu kita bisa melihat keindahan Pananjakan dan air terjun Madakaripura yang konon merupakan tempat moksa patih gajah mada. Tetapi siapa yang mengenal B29 ? mungkin jika kita di Tanya apa itu B29 banyak orang yang akan menjawab tidak tahu. B-29 adalah kawasan tertnggi di daerah kaldera Bromo dengan ketinggian 2900 Mdpl. B29 masih merupkan bagian dari taman nasional bromo tengger semeru, terletak di desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Dengan ketinggian 2900 meter di atas permukaan laut puncak B29 lebih tinggi daripada gunung bromo yang memp…

Malang – Blitar – Kediri Part II

Sebenarnya rencana saya akan menuju kota Kediri pada pagi hari agar tidak terlalu panas. Tapi karena kami bangun kesiangan jadilah kami harus menunda lebih siang lagi. Pagi itu Evan menjemput saya di rumah Danang. Setelah mandi pagi dan sarapan saya pun pamit untuk melanjutkan perjalanan. Terima kasih banyak kepada Danang dan keluarga yang telah menjamu saya selama berada di Blitar. Pukul 09.16 wib kami berangkat menuju Kediri. Sebelum berangkat saya sempat mampir dulu di rumah Evan dan bertemu ibunya yang sangat ramah kepada saya.
Seperti perjlanan Malang-Blitar pertjalanan menuju kota Kediri pun tidak memakan waktu yang sangat lama hanya sekitar 1 jam perjalanan akhirnya pukul 10.12 wib kami sampai di Kediri. Awalnya kami akan di tungg di Alun-alun kota Kediri oleh Dodik. Tetapi setelah sampai di Kediri ternyata kami telah di tunggu di Rumah Sakit Baptis Kediri. Awalnya kami bingung karena sebelumnya kami tidak pernah ke Kediri sama sekali jadi tidak tahu lokasi dan jalan-jalan di …