Thursday, 17 October 2013

Gunung Arjuno 3339 Mdpl (Menggapai Arjuno Via Tretes) Part II


Rute bebatuan dan langsung menanjak  menyambut kita kali ini. Sumpah gak enak banget sih rute kayak gini rute nya sih bisa di bilang mirip kayak di gunung lawu but it’s the challenge bro. sempat istirahat di sebuah pondokan kecil entah itu di sebut pos apa gak whatever lah yah yang penting bisa ngadem bentar. Karena kita anak metal dan anti mati gaya perjalanan kami pun tak pernah sepi dari lawakan dan guyonan dan actor nya siapa lagi kalo bukan si Roki dan si Giman dua actor baru broohh. Ya aktornya memang si giman dan si roki kali ini tapi yang menjadi artis atau pusat perhatian kali ini bukan mereka berdua bukan pula aris apalagi saya. Yeeess pusat perhatiannya kali ini adalah Achmad Samsul Huda atau yang lebih akrab di panggil bang Sams. Semua tingkah lakunya tak lepas dari pantauan si pembawa infotemen kita Rookie dan Giman. Mulai dari penampilan bang sams yang terus pake jaket ya emang aneh sih siang-siang ketika matahari sedang terik-teriknya dia malah pake jaket sambil jalan pula gak kebayang deh panasnya gimana tapi mungkin buat bang sams penampilan numero uno bung oke lah gue suka gaya looh bro tapi apa yan gak kepanasana apa ?? tapi emang kenyataanya sih gak ngarush sih ya sama bang sams. dan yang sedikit menyebalkan adalah semua anggota tim di panggil dengan panggilan Mas contoh “Mas Roki, Mas Aris, Mas Giman” sedangkan gue tetep aja di panggil kayak biasa gak pake mas. Tapi yah gak papa deh malah saya pengen muntah kalo bang sams manggil2 mas gitu deh yah haha secara saya udah kenal dia sejak pertama masuk kelas SMA.
Perjalanan kali ini tergolong lancar sih ritme jalan kami juga sangat bagus, berhenti hanya kalo udah capek semua atau kalo Giman lagi memenuhi panggilan alamnya yang mengharuskan dia membawa parang, tisu kering, tisu basah dan sedikit air untuk selanjutnya mencari tempat yang strategis untuk memenuhi kebutuhan biologis nya eeeiittss jangan pikiran jorok yah hahah tafsirkan sediri aja deh tulisan di atas haha Sorry beroohh :D. sempat bertemu pendaki dari Jakarta yang di tinggal temannya yang anak Sidoarjo dan tanpa sebab yang jelas jadi dia akhirnya melanjutkan perjalanan menuju puncak seorang diri (pukpuk deh buat mu bang) walaupun sempat menawarkan bareng kita2 aja dan dia menolak secara halus,, saya sih curiga kalo dia tau kalo muncak bareng kita bakal gokil, gila memalukan dia dan keluarga nya haha dan sepertinya dia tidak siap mental buat itu semua haha.
pos pondokan

Kira-kira pukul setengah 3 kami sampai di pondokan. Pondokan adalah tempat para penambang belerang membuat pondok dan tempat mengumpulkan belerang yang mereka tambang. Di sini juga terdapat sumber mata air dan musholla jadi sekalian ngambil air sekalian sholat dlu. Urusan air selesai kita lanjut jalan menuju lembah Kijang. Jarak antara pondokan dan lembah kijang tidak terlalu jauh. Sampai di sini kami mulai bingung antara langsung menuju puncak dan camp di sana atau camp di slembah kijang. Setelah diskusi akhirnya kami sepakat buat camp di lembah kijang karena di sini juga ada mata air jadi sangat nyaman buat camp selain itu hari sudah semakin petang dan kami belum melewati alas lali jiwo yang konon kabarnya jika kita melewati hutan ini ketika maghrib menjelang maka jiwa-jiwa yang melewatinya akan terasa hilang kesadaran dan tersesat entah kemana. Jadi sangat tidak di sarankan melalui hutan tersebut ketika maghrib tiba.
Lembah Kijang 19.00 Wib
Atas prakarsa bung Aris daeng setelah selesai dengan urusan masak-memasak kami menyalakan api unggun, membuat kopi, siapkan Mild masing-masing dan duduk dengan posisi terbaik jadi lah malam keakraban, malam sesi curhat atau apalah namanya. Pemateri pertama kita kali ini adalah yak kita panggil saudara Luqman Giman …. isinya yaitu tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttt sensor semua karena hanya untuk kalangan terbatas hehe kalo mau tau isinya langsung aja sms ke orang nya okeee :D . selanjutnya adalah bang Sams materi yang dia berikan adalah curhatan dia sejak pertama bertemu sampai bisa menjalin kisah cinta abadi untuk selamanya dengan pacarnya sekarang so sweet banget deh ya, karena materinya tentang cinta2an jadi saya absen gak memberi kuliah dulu guys hehe. Setelah malam keakraban selesai api unggun padam saatnya para arjuna ini kembali ke peraduannya guys besok summit attack ke puncak
Lembah Kijang
Ereng-ereng

Pukul 4 pagi ayam berkokok, bau harum masakan ibu tercium sedaap sekali dan plaaakkk ternyata hanya mimpi, suara alarm handphone berbunyi, dan percakapan pertama yang kami lakukan adalah tentang Babi Hutan yang “mengambil kopi kami” buseeett dah ternyata babi hutan juga suka ngopi. Saya sih gak tau persis adanya babi hutan tapi menurut bang sams dan rookie babi hutan tersebut datang dan nyeruduk2 samping tenda gitu berhubung saya tidurnya di tengah jadi gak tau dan gak mau tau yang penting tidur saya nyenyak whatever lah yaauu heheh. Sisa  Kopi yang tadi malem yang tidak sempat kami pakai  kami tinggalkan sudah robek dan di bawa kabur oleh tu babi hutan dan untung nya sih logistic primer kami udah masuk tenda semua.
sunrise 

Pukul setengah 5 kami summit attack ke puncak kami hanya membawa beberapa perbekalan secukupnya saja dan sisanya kami tinggalkan di tenda. Jarak meuju puncak kira2 3 atau 3 setengah jam lah begitu menurut bung giman. Tapi rasanya kok jauh banget sih ya . berjalan melewati ereng-ereng dan mlipir-mlipir untuk sampai puncak terbukti adalah metode yang paling ampuh untuk mencapai puncak. Separuh perjalanan ternyata perut kita sudah meraung-raung minta di isi. Berhubung gak bawa kompor dan nesting yang kami tinggalkan di tenda akhirnya makanan kecil adalah jalan keluar yang paling pas. Sambil istirahat, “Ngudud mild” di temani lagu yang lagi hits kali ini djarum cokelat yang mengalun indah dari mulut abang fadli “padi” sambil menikmati pemandangan gunung welirang dan gunung penanggungan di depan aaahhhh indahnya hidup
Perbatasan Malang-Pasuruan di puncak Arjuno cuy

Halangan dan rintangan menuju puncak itu biasa sih ya seperti keberet ranting pohon sampek berdarah-darah aarrgghhhh tapi saya percaya luka adalah tanda kejantanan seorang lelaki eeaaakk sok banget sih haha. Angina yang kencang hampir menerbangkan tubuh kecil saya *yang ini agak di dramatisir* tapi serius anginnya sangat kenceng cuy. 100 meter menjelang puncak kami bertemu pendaki dari malang yang lewat jalur lawing dan camp di sana dan mereka bercerita bahwa malam tadi anginnya sampek merobohkan tenda mereka waaauuuu keren guys haha sorry bang. Satu yang bisa saya simpulkan bahwa camp di lembah kijang tadi adalah keputusan yang tepat :D
Puncak Arjuno 

Setengah 10 kami sudah sampai puncak semua dan subhanallah indah nya pemandangan menghampar luas di hadapan asiiikk banget cuy :D . Sekarang adalah saatnya mencari posisi yang pas buat foto haha narsis mode on jeehhhh. Menggapai puncak arjuno telah selesai foto2 pun telah kelar saat nya kita turun broohhh udah adem banget di puncak. Giman, Rookie dan saya memimpin di depan sedangkan bang sams da naris agak di belakang awalnya perjalanan begitu lancar mengikuti jalan setapak yang ada, rencana istirahat sebentar di batu besar yang kami lewati tadi. Tapi semakin lama jalan kok semakin curam, tidak ada tanda2 jejak2 kaki yang pernah melewati jalan ini. Oohh men kami sadar kalo kami tersesat. Saya dengan kondisi kaki yang habis keberet kayu, manggul carrier sendirian dan sandal yang udah jebool pula di tinggal di belakang sendiri. Saya sempat melihat wajah giman yang agak panik sedangkan si rookie terus menerus mendesak dan menyalahkan giman yang ada di posisi depan sendiri dan menurut si rookie dialah yang paling bertanggung jawab atas hal ini. Sumpah ya kalo pas lagi nulis blog gini udah bisa senyum2 sendiri inget kejadian itu tapi percaya deh pas kejadiaan itu hati dongkol sedongkol2 nya hahah udah jatu2 kena tanaman2 gak jelas yang nempel semua di badan pake acara nyasar segala. Tapi untung masih ada si aris dan samsul yang udah teriak2 sekenceng2 nya. Ampun dehh jalannya udah kaki pegel semua harus nanjak dan gulung2 lagi haha.
Palaga In Arjuno

Arjuno Mencari Cinta 

Kembali ke jalan yang lurus akhirnya kami tiba di lembah kijang dan segera masak dan packing tenda kami. Setelah istirahat pukul setengah 4 kami langsung melanjutkan perjalanan turun. Sampai kokopan sekitar pukul 7 malam istirahat dan menjinakkan perut yang sudah mulai keroncongan adalah hal wajib. Seltelah selesai seperti biasa kami leyeh2 sebentar, walaupun kami semua sedang santai tapi tidak dengan aris dia terlihat sibuk mengumpulkan sampah2 kecil untuk di bakar ya udah sih emang hobinya dia gitu hehe. Tak lama dia dengan gembiranya kembali kepada kami dan membawa sebungkus rokok kretek (isinya sih kalo gak salah tinggal 2). Saya lihat sekilah bungkusnya udah mulai agak luntur dan iiihhhh gak tertarik banget deh lagian mild gue masih ada. Beda saya beda lagi donk dengan giman dengan semangat dia langsung menawarkan diri untuk mencoba nya “sng penting ngukus cuy koyok sepur”  haha slogan baru jeehh di gunung apa sih yang gak buat dia. Iseng2 saya Tanya pada aris “nemu ndk endi iku ris rokok,e” dan dengan enteng dia menjawab “Iku nemu ndk nisor,e wit” dan entah siapa dulu yang memulai provokasi bahwa rokok tersebut adalah rokok sesajen dan secara reflex si Giman langsung membuang rokok nya hahah ya tapi setidaknya dia lah satu2nya teman saya yang berani nyedot rokok yang di “duga” sajen siipp broo lanjutken setelah itu ujung2nya pun cerita horror udah aahh jalan dulu aja ntar aja cerita nya. And finally sekitar setengah 11 kami sampai di pos perkampungan warga setelah menyempatkan ngopi dan melakukan ritual totalan mburi akhirnya kami pulang ke kos masing-masing dan selamat menikmati njarem2 di sekujur tubuh anda gaeesss sampai jumpa di petualangan selanjutnya :D
Artikel Terkait : Mendaki gunung arjuno via tretes Part I
              

Tuesday, 8 October 2013

Gunung Arjuno 3339 Mdpl (Menggapai Arjuno Via Tretes)


 “Aku lah arjunaaa wooo yang mencari cinta ” yak lagu dewa 19 itu mengalun indah (di pas-pasin banget yah lagunya pdahal kan biasanya Must Have been Love Ny Roxette atau kalo gak Nona nya bang Iwan Fals haha gak papa deh) padahal jam udah nunjukin jam 23.41 Wib ngantuk dikit euy. Setelah mengakhiri percakapan via Fb dengan giman dan rookie tadi entah kenapa saya ada sedikit semangat buat menulis lagi (pdahal deadline jurnal belum tersentuh sama sekali entah lah)

Sedikit curat gak masalah kan guys heheh. Yak tema kali ini adalah tentang Arjuna kita adalah 5 arjuna yang sedang mencari cinta jadi untuk kalian para ladies yang pengen cari cinta datang aja sama kita heheh lho kok Bukan bukan ini bukan blog tentang promosi kita kok cerita kali ini adalah perjalanan kita ke gunung Arjuno 3339 Mdpl (kadang saya pikrr kenapa gak sekalian di genapin aja jadi 3340 atau jadi angka cantik 3333 aja ya heheh). Mendaki arjuno bisa lewat berbagai jalur sebenarnya sih tapi kali ini kita akan menempuhnya dari jalur tretes pasuruan. Rencana sih berangkat dari Medaeng abis maghrib tapi apa daya ketika rencana tinggal rencana,,, iya kita masih warga Negara Indonesia kok kita juga bisa ngaret sedikit hehe. ralat sih gak sedikit tapi banyak pake banget kita berangkat jam 9 malem sampek pos perijinan jam 11 malem buseet dahh udah gitu langsung naik pula, jalan malem seperti biasa lah ada enak ada gak nya. Enaknya adalah kita akan naik gunung dan gak enak nya pasti capek hehe standart banget sih yah udah lah gak penting juga bahas gituan hehe. 
Oh iya kali ini komposisi tim kita agak sedikit berbeda ya kalo biasanya tepung nya 2 kilo sekarang pake tepung 3 kil sama telur,,,, lhoo ini mau bikin jajan apa naik gunung?? Haha maksud saya ada tambahan personil kok guys jangan emosi ya bacanya hehe. Kali ini personil kita bertambah 2 orang dan kurang satu orang dari biasanya. Berkurang satu karena si bashori juanda gak ikut dan bertambah dua karena ada si Rambut kriting agak gimbal dan menjuntai yang ngaku2 mirip sama Cesar dan ngefans berat sama olga hahah yak siapa lagi kalo bukan si Giman dan satu lagi adalah personil paling tampan dan berwibawa (kenapa saya bilang gitu karena dalam tim ini cumak dia guys yang udah punya cewek yang lain masih sibuk mengejar mikrolet eeeh salah cinta maksud saya haha). Selesai izin sama pak yang menjaga di pos kami langsung capcusss mencari cewek eeh salah ding langsung ndaki Arjuno maksud saya maklum jomblo guys *curhat lagi deh* hehe. 200 meter pertama jalanan masih berupa aspal sampai masuk taman wisata air. Selanjutnya jalur berganti dengan semen sampai di pet bocor. Abiss dari pet bocor jalanan berubah wujud menjadi batu-batu terjal ,, oohh men udaahh jalannya naaiiik terus di tambah medannya batu-batuan lagi waahh pegel men. Seandainya tiba-tiba ada jip lewat dan ngasih tumpangan gratis gitu tak terbayangkan betapa nikmatnya. Tapi gak mungkin yah udah malem juga ini. 

Sebagai sedikit catatan saja ya jalanan di sini sangat lebar dan bisa di lewati jip untuk mengangkat belerang yang ada di pondokan sana. Jadi jika anda beruntung bisa menumpang jip itu *tapi rasa pengorbanan naik gunungnya akan hilang ya kalo gitu* sok idealis dikit heheh. Setelah berjalan entah berapa jam akhirnya sekitar pukul setengah 3 pagi kita sampai di pos kokopan. Bayangin deh ya kalo gak bisa bayangin gak usah di bayangi juga gak papa sih eheh kita berangkat jam 11 sampek kokopan jam setengah 3 ndirikan tenda dll sampai jam 3 dan besok pagi harus lanjut lagii aaahhhhh its so amazing beroohhh capek maksudnya hahah. Itu lah nikmatnya naik gunung mungkin yaaahh okee tenda udah berdiri saatnya para arjuna ini bubuk ganteng dulu hehe. Kokopan 7.30 wib Pagi menjelang kami bergegas bangun dan langsung masak, perjalanan harus segera di lanjutkan agar tidak terlalu sore. Rencananya sih hari ini langsung capcus puncak dan mendirikan tenda di sana. Kokopan begitu ramai hari ini (ramai nya gak se ramai pasar minggu lho ya tapi tetep saja ramai kalo ukurannya gunung) maklum saja ada banyak orang yang akan mendaki arjuno dan welirang hari ini dan ini adalah weekend. Makan sudah, foto-foto sudah saatnya berangkat.

Artikel terkait : Mendaki Arjuno Via tretes Part II

Sunday, 29 September 2013

Sisi Lain Pendaki Gunung

Pada dahulu kala ketika naik gunung gak setenar sekarang, ketika seorang yang naik gunung selalu di cibir “itu cumak pekerjaan orang desa bla, bla, bla” tapi kita selalu cuek dan dengan enteng menjawab “masalah buat loh, gak ganggu situ juga ngapain situ yang rebut, emang sini minta uang ke situ”. Suatu masa ketika saya pertama kali datang ke Ranukumbolo hanya ada 3 atau 4 tenda yang berdiri di tengah kabut tipis yang indah dan bisa di pastikan mereka adalah pendaki-pendaki gagah yang bukan mendaki gunung karena pengaruh film atau Cuma pengen di bilang keren kayak si pemeran film itu dll dll. Suatu masa ketika kita berpapasan dengan pendaki lain selalu ada ritual saling senyum, dan sapa yang seakan sudah menjadi peraturan tidak tertulis ketika bertemu dengan kawan seperjuangan. Hal yang mungkin agak sedikit langka sekarang ketika kita datang ke ranukumbolo dan mengharapkan hanya ada 3-4 tenda yang berdiri, keramahan yang sedikit memudar dan gunung telah di serbu oleh anak-anak gaul yang merasa bangga jika telah memetik bunga edelweiss buat pacarnya ahh pemikiran yang udik sekali sih.

Banyak hal kecil yang berarti besar ketika anda benar-benar menjiwai naik gunung. Carrier yang setia nempel di punggung, bagi saya sendiri carrier adalah sebuah harga diri ya barang ini layaknya sebuah kesetiaan yang harus di pertahankan haseeeekkk :D apalagi buat para pendaki yang lagi single waah ini nih mereka pasti lebih banyak mencurhakan perhatian buat carrier mereka *ya iya lah secara mereka kan gak punya pasangan* hahah termasuk saya sih. Dulu banget saat saya masih kelas 2 smp pernah liat kakak kelas bawa tas gunung gede banget sumpah kereen banget. Sekarang selagi saya mampu buat memanggul nih barang gak bakalan saya titipin ke orang lain sumpah *kecuali udah darurat banget kali ya* hehe.
Deuter Futura Vario

Partner atau teman jalan waah ini milih teman jalan sama susah nya sama nyari pacar serius deh gueeehhh. Sudah berapa banyak teman yang mengeluh dapat temen yang mau enak nya sendiri, gak mau bawa logistic, gak mau bawa air tapi makannya naudzubillah men banyak bener dll dll . Kalo kata orang jawa timur sih NGGATELISASI. Tipe-tipe kayak gitu sih harus di hindari, atau kalo terpaksa sih udah tending aja ke kawah hahah. Gak beda jauh kan sama kayak milih pacar heheh. Tapi kalo udah nemuin temen jalan yang udah klop waah mantap bung. Tiap-tiap anggota tim udah apal ritme jelajah masing-masing, saling pengertian saling ngingetin udah makan apa belum, Tanya lagi apa sama siapa dan kemana lho eh ini pacar apa temen jalan sih hehe. Ya gitu deh kalo udah cocok mah kalo ada satu ada yang gak ikut pasti yang lain bakal seneng eehh salah pasti bakal sedih ding ya. Contoh nih ya di temen-temen saya sendiri kalau si Bashor gak ikut pasti si rookie pake ritual nangis dulu ngerayu-ngerayu si bashor buat ikutan dan juga sebaliknya ini cumak contoh lho gan ya :D dan ketika salah satu ada yang nyampek puncak saya seperti melihat “aku dan diriku yang lain” lebay mode on hahaha.
This is Our Passion bro

Pendaki Cewek waah ini nih yang paling di cari setiap insan pernaik gunungan (emang ada ya) ?? hehe liat cewek cakep gendong carrier sendiri dengan tetesan keringat membasahi setiap wajahnya yang cantik sambil ngibasin rambut hitam  yang menutupi dahinya widiiiiihhhh siapa yang gak kepincut haah siapa *sambil bentak-bentak* kalo bagi para pengusung status single mah gak usah bingung ya nah yang masalah kan kalo yang udah punya pacar di rumah waahh bisa-bisa langsung cari alasan buat mutusin si doi iya kan haha. sambil mbayangin yang kayak gitu  pasti asiiik kan hahah tapi sayangnya jarang banget yang kayak gitu hahah mimpi lagi aja deh lu lu pade ya ya. tapi semua pendaki cewek kereenn semua kok sumpah asal gak alay aje lho ya aku pada mu deh mbak pendaki haha
Entah ini foto siapa yang saya ambil haha

Mie Instan kalau ada iklan mie instan yang mengusung tagline “ini cerita mu mana cerita mu ” tanpa menceritakan cerita seorang pendaki gunung itu mah kesalahan men bener gak?? Yang di ceritain mah biasa aje di iklan itu gak istimewa banget. Tapi kalo kita ?? kita sebagai pendaki gunung adalah konsumen setia nya guys bener gak ?? naik ke gunung mana sih yang gak bawa mie instan ?? gak mungkin banget kamana pun dan bagaimana pun menu nya yang jelas si kriting ini selalu ikut, nempel terus euyy. Jadi kalo ada yang ngaku lebih baik dari kita itu bohong yang lebih mahal banyak lho kok kayak sponsor obat nyamuk sih ?? udah aahh yang jelas yang berhak mengklaim ini cerita ku mana cerita mu dalam produk mie instan ya cumak pendaki gunung dan anak kos dan itu ada pada diri saya semua haha.
Ini cerita ku mana cerita mu 

Puncak ini adalah tujuan kita guys tujuan para pendaki tapi saya paling ilfeel sama orang yang udah pernah sampek puncak gunung lantas bilang dengan sombongnya “Gue udah pernah naklukin tuh gunung” hellloooooowww hebat banget luuhhh mampir sebentar aja udah bilang naklukin ?? punya ilmu seberapa luas sih udah berani bilang gitu ?? kita ini cumak singgah paling cumak 15 menit doank di puncak oke lah paling lama paling 1 jam di puncak abis itu udah menggigil kan lama-lama di puncak bener gak?? Gitu doank udah sesumbar naklukin. Intinya kita gak pernah naklukin gunung kita cumak mampir sebentar buat mempelajari makna kehidupan ini. Buat ndeketin diri sama Allah Swt bener gak gan *Bijaksana Mode On* :D betapa pun indah nya puncak toh kita juga pengen pulang ke rumah juga kan hehehe sampek2 ada orang yang mendewakan puncak sampek gak bisa menikmati indahnya perjalanan selama menuju puncak wewww rugi bener sih tuh orang.

Sekarang saatnya membahas diri kita sendiri asik kayaknya yah hehe. Dulu pendaki gunung identik dengan pakaian kummel, rambut gimbal bau bir dan lain lain dan lain lain pokok nya konotasinya negative deh padahal gak kayak gitu kan ya. Itu cumak labelling aja sebenernya, tapi sekarang sedikit-sedikit yang kayak gituan udah mulai ilang sih yah eehh masih ada ding yang “agak gimbal” temen saya yang namanya Giman agak gimbal ya gak gimbal siih lebih tepatnya keriting yang menjutai dan berklewer-klewer hahaha sorry man :D kita harus bangga sih ya jadi pendaki gunung kita selalu punya style yang berbeda dan keren yahh walaupun cumak pake sandal jepit hehe terus nih yahh kalo kita pas naek kereta atau pas di terminal dan stasiun kita jalan pasti mesti di liatin orang dan mereka bilaang akhhhh mereka keren dan itu kita kita keren sambil nyanyi mulai keren mulai keren yeeeaah  hahaha tapi sedih juga sih ketika ada orang yang ngaku-ngaku pecinta alam tapi masih buang sampah sembarangan apalagi di gunung dan metik edelweiss buat sang pacar idiihh gak banget deh yang kayak gitu tuh yang ngerusak citra pendaki gunung aahhh.
Indahnya 


Oke deh ya sekian dulu tulisannya jangan lupa pergi meninggalkan jejak pulang membawa kenangan udah itu aja jangan macam-macam :D 

Saturday, 7 September 2013

Pesona Kerapan Sapi.


Jika kita mendengar kata kerapan sapi pastilah pikiran kita langsung terpikirkan dengan Madura. Ya kerapan sapi memang merupakan sebuah budaya dan tradisi orang-orang suku Madura.Jika anda ingin melihat pesona kerapan sapi secara langsung bukan bukan berarti anda harus berkunjung langsung ke pulau Madura. Anda juga bisa melihat kerapan sapi secara langsung di daerah tapal kuda yaitu daerah yang masyarakatnya banyak terdapat masyarakat Madura. Di daerah Lumajang misalnya, untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia di gelar sebuah lomba kerapan sapi. Lomba yang di gelar di Kecamatan Ranuyoso ini di ikuti oleh kelompok-kelompok kerapan sapi sari berbagai daerah seperti dari probolinggo, pasuruan, jember, situbondo dan dari Lumajang sendiri. 
Acara ini berlangsung selama lima hari, hari pertama sampai hari ketiga di gelar dalam fase penyisihan, sedangkan pada hari ke empat di gelar semifinal dank e lima . Sampai di fase semifinal dan final penonton akan benar-benar di suguhi pertarungan sengit antara sapi-sapi kerapan unggulan yang telah melewati ujian dalam babak penyisihan sebelumnya. Sapi-sapi kerapan akan berlari melewati lintasan yang mempunyai panjang kurang lebih 200 meter dengan waktu kurang lebih 18-20 detik saja. Ketika derap langkah kaki sapi kerapan sudah semakin cepat maka semua penonton akan langsung tertuju kepada garis finis, karena kadang jarak antara sang pemenang dan yang menjadi nomer dua bisa sangat tipis sekali. Tak jarang pihak yang kalah melancarkan sedikit protes kepada juri karena jarak yang tipis tersebut. 
Penonton akan benar-benar di suguhi kecepatan dan adu tangkas para joki yang rata-rata masih berusia anak-anak tersebut. Dengan membawa cambuk yang di pasangi paku-paku tajam agar laju sapi semakin cepat. Sebelum lomba biasanya sapi kerapan juga di olesi balsam di bagian pantatnya. Sekilas terkesan kejam memang, tapi jangan salah sapi kerapan juga memperoleh perlakuan istimewa oleh para pemilik sapi ini. Setiap hari mereka di beri jamu yang di racik istimewa oleh sang pemilik. Setiap harinya mereka juga di cekoki tidak kurang dari 70 butir telur ayam kampung dan di pijat oleh orang yang ahli untuk menambah stamina mereka. Setiap kemenangan akan menjadikan harganya lebih tinggi oleh karena itu sang pemilik rela mengeluarkan banyak biaya untuk sang sapi.

Foto-Foto Kerapan Sapi

Kerapan sapi 1
Kerapan sapi 2

Kerapan sapi 3


Kerapan sapi 4

Kerapan sapi 5

Kerapan sapi 5

Kerapan sapi 6

Kerapan sapi 7

Kerapan sapi 8

Kerapan sapi 9

Kerapan sapi 10

Kerapan sapi 11
Finish Euy

Saturday, 24 August 2013

Amazing Kalimantan Selatan



Melihat wajah Indonesia dari sisi yang lain, pergi ke pulau lain di bumi nusantara ini siapa yang gak mau ?? kalau saya di tawari kesempatan itu jelas mau, mau pake banget hehe. Sebenarnya sih saya gak pernah membayangkan akan bisa maen ke Kalimantan selatan secepat ini. Berawal dari sms yang mengusik ketenangan saya kala tidur pulas di pagi hari yang ternyata dari mbak saya sendiri. Awalnya sih males banget mau buka hape dan buka tuh sms tapi seperti ada kekuatan magis yang memanggil-manggil tangan saya untuk mengeceknya, dan ternyata isi sms tersebut langsung membuat saya terbangun seutuhnya tanpa perlu cuci muka. Ya intinya adalah tanggal 15 juni kita berangkat ke Kalimantan selatan udah itu aja sih dan saya sudah tidak sabar melihat pulau borneo yang di film-film selalu di gambarkan sebagai pulau yang hijau dengan hutann-hutannya yang sungguh waaooww banget.
Gresik, Sabtu 15 juli 2013
                Pukul setengah empat dini hari (bayangin tuh waktu enak-enaknya selimutan harus sudah siap-siap berangkat ke juanda kalau gak gara-gara jalan-jalan mana mau). Mana tidur gak tenang gara-gara si “tokek” yang konon udah menempati kamar mas fajar lebih lama dari sayaberbunyi keras banget ampun dah ganggu orang tidur, ngantuk euyy. Sampai Bandara Juanda kira-kira pukul setengah enam lebih dikit lah di sana udah di tunggu Genyas adik si mbak Yusi dan ibunya.

Martapura, Sabtu 15 Juli 2013
                Setelah menempuh perjalanan udara sekitar 1 jam kami akhirnya  landing dengan mulus di bandara syamsudin Noor, Banjarmasin sekitar pukul setengah Sembilan waktu Indonesia tengah (terpaut satu jam dari waktu Indonesia bagian barat) kami bergegas keluar dan menunggu mbak yusi. Tapi apa daya yang menjemput ternyata belum datang akhirnya kami makan dulu sambil menunggu mbak yusi datang. Sambil makan saya melihat-lihat sekitar bandara syamsudin Noor, kok jadi kepikiran Terminal Arjosari Malang ya heehe hampir sama sih , jauh banget kalo di bandingin sama Juanda, Surabaya. Dari segi infrastruktur sama kemegahan bangunannya. 
Tugu *Gak tau namanya hehe*

Kain Sasirangan

                Sudah ahh bahas bandaranya lain kali aja, akhirnya entah pukul berapa mbak Yusi akhirnya datang. Tujuan pertama kita adalah Martapura, tempat yang terkenal dengan kerajinan dan pusat transaksi penjualan intan dan batu mulia itu akhirnya saya bisa melihat dengan mata kepala saya sendiri *lebay yah hehe*. Di sini kita dapat membeli oleh-oleh buat teman yang udah nitip list oleh-oleh yang banyak banget *kadang saya berfikir lebih baik jika ngetrip dulu baru kasih tau ke temen2 kalo udah maen ke sana hahah busuk banget ya*. Oleh-oleh sudah saatnya ke penginapan dulu naruh barang dan tidur tapi perut lapar yaudah makan dulu aja hehe. Menunya Bakso Kalimantan beroohh gimana rasaya,, oke kita rasakan dulu pemirsa “dengan niruin gaya pak bondan” dan ternyata maniss banget deh sambalnya juga manis semuanya serba manis. Lidah nya beda cita rasanya pun beda ya itulah Indonesia :D setelah makan kami memilih istirahat karena besok pagi jam 3 pagi kami akan melanjutkan ke pasar terapung dan harus berangkat pagi-pagi sekali biar gaul ehh salah biar masih bisa lihat pasarnya masih ramai, gak lucu kan kalo kita udah jauh-jauh ke sana pasarnya udah bubar.

Kantor Bupati Banjar

Pasar Terapung Kuin, Minggu 16 Juli 2013
                Pukul 04.00 Wib kami sampai di pelabuhan kuin, Setelah sholat kita bergegas menuju perahu yang di sebut perahu klotok. Harga sewa perahu dari pelabuhan menuju pasar terapung adalah Rp. 250.000. Menyusuri sungai barito yang begitu besar rasanya tidak sedang berada di sebuah sungai lebih tepat kayak berada di lautan lepas. Kadang kapal kecil kami bergoncang ketika ada sebuah speed boat yang melaju begitu cepat dan itu membuat saya cukup ngeri maklum saya gak bisa berenang jadi kalo bayangin tiba-tiba klotok kami terguling jadi gimana gitu. Sampai di pasar kuin ternyata tidak seramai yang saya duga. Mungkin kalau jaman dulu pasar kuin ini ramai ya tapi seiring dengan perkembangan transportasi di darat yang begitu pesat transaksi melalui sungai pun sudah mulai di tinggalkan. Padahal saya sempat membayangkan kalau pasar terapung bakalan ramai kayak yang di sponsornya RCTI jaman dulu *kalau kalian seumuran saya pasti ngerti dah sponsornya*. 
Pasar Terapung

Pasar Terapung juga

Tugu *entaah apa namanya*

Di Atas Kelotok
                Puas mengunjungi pasar terapung kami melanjutkan perjalanan menuju pulau kembang. Pulau ini merupakan sebuah delta yang terletak di tengah sungai barito. Di pulau ini terdapat banyak sekali monyet. Mereka adalah penghuni pulau kembang ini, Jika anda mau memberi makan mereka anda tinggal memberi kacang kulit yang banyak di jual oleh penduduk sekitar pulau ini. karena sepertinya monyet-monyet di sini tidak pernah kenyang berhati-hatilah jika membawa barang bawaan anda. Jangan kaget jika tiba-tiba ada seekor monyet yang menyergap anda seperti yang terjadi saat seekor bos monyet tiba-tiba melompat dan mengambil kacamata mas Fajar. Setelah dengan negosiasi yang alot akhirnya si bos monyet mau mengembalikan kacamata tapi dengan syarat harus tukar dengan kacang yang sangat banyak sumpah si monyet kayak mafia banget kan. 
Pulau Kembang

Pulau Kembang Juaga
               Kembali ke daratan kami langsung makan soto banjar di tepian sungai barito. Sempat terjadi kegaduhan saat saya di Tanya pilih sup banjar atau soto banjar. Saya kira kan soto dan sup kalau di jawa beda banget kan. Saya sempet bingung untuk memilihtapi ternyata oh ternyata beda antara sup dan soto banjar adalah kalau sup banjar pakai lontong sedangkan soto banjar pakai nasi dengan kuah da nisi yang sama weew tau gitu gak bingung-bingung milih kan. Perjalanan selanjutnya kami langsung menuju bendungan RiamKanan. Bendungan riam kanan adalah merupakan sumber air untuk pembangkit listrik tenaga air. Untuk mencapai tempat ini kami harus melalui bukit yang berkelok-kelok hal ini karena lokasi dari bendungan riam kanan ini di kelilingi oleh pegunungan meratus. Meratus adalah deretanpegunungan yang membelah provinsi Kalimantan selatan menjadi dua bagian. 
Soto Banjar

Waduk Riam Kanan


                Akhirnya karena waktu yang tidak memungkinkan perjalanan ke Kalimantan selatan kali ini pun harus di akhiri. Kami bergegas menuju ke bandara Syamsudin Noor untuk kembali ke kota masing-masing.
                Kalsel Wait For My Second Trip Yeaahh Next Time :D

DILEMA QUARTER LIFE CRISIS

di usia mu yang menginjak dua puluh tahunan apalagi yang sudah dua puluh lima tahun  kamu pasti merasakan hal-hal yang serba dilematis, d...